Turkiye akan terus berupaya mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan
Ankara (KABARIN) - Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengingatkan agar semua pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bisa memicu ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, berbagai aksi provokatif berpotensi merusak kesepakatan yang sudah dicapai kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan saat bertemu Kanselir Jerman Friedrich Merz di Ankara, Turkiye. Dalam pertemuan itu, keduanya turut membahas perkembangan situasi geopolitik, termasuk konflik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah.
"Kita perlu bersikap hati-hati untuk mencegah tindakan dan provokasi yang dapat merusak kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Turkiye akan terus berupaya mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan," kata Erdogan sebagaimana dikutip kantor kepresidenannya.
Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah pada Rabu dini hari (8/7), militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan ke wilayah Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim operasi militer tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
Di tengah eskalasi tersebut, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Sebagai respons, Iran menuduh Amerika Serikat telah melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua negara. Teheran kemudian melancarkan serangan balasan yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Menurut Kantor Kepresidenan Turkiye, selain membahas situasi antara AS dan Iran, Erdogan dan Merz juga berdiskusi mengenai hubungan bilateral Turkiye-Jerman serta berbagai isu regional dan internasional yang tengah menjadi perhatian.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026